|
Bus cargo jika dilihat dari bentuknya hampir dapat dipastikan menggunakan chasis bus. Bus model cargo ini masuk kategori Bus Wagon.  Masih segolongan bus bukan truk dengan keuntungan di masa lebaran tetap dapat beroperasi. Selain itu jika bus cargo akan memasuki jalan yang terdapat rambu “truk dilarang masuk” bus cargo ini masih dapat melalui jalan tersebut. Sebuah trik yang dilakukan perusahaan ekspedisi untuk memberikan pelayanan optimal kepada pelanggannya.
Pada awalnya bus cargo ini hadir sebagai sebuah terobosan pengusaha otobus untuk tetap mengoperasikan armada-armada bus yang sudah tua dengan merubah fungsi kegunaannya. Mesin dan chasis biasanya masih cukup baik, hanya saja jika digunakan untuk mengangkut penumpang sudah dinilai kurang nyaman. Kelebihan yang dimiliki bus cargo ini juga dapat melindungi barang-barang yang diangkut dari hujan tanpa menggunakan terpal penutup apabila menggunakan truk.
Ada beberapa perusahaan otobus yang menggunakan bus cargo ini, yang otomatis juga bertambahnya unit usaha baru. Sebut saja seperti PO Elteha, PO Santoso, PO Bandung Express, ESL Express, PO Pahala Kencana, PO Rosalia Indah dan sepertinya kedepannya akan semakin banyak lagi. Tampaknya bus jenis cargo atau wagon ini tidak melulu berunit besar. Saat ini mobil van juga banyak berkeliaran menggantikan mobil box. Ada yang menggunakan Grand Max, Suzuki Carry, L300, APV dan sejenisnya. Semakin hari semakin inovatif dan kreatif saja dunia transportasi bus di Indonesia. Hal ini tentunya sebagai bentuk kompetitifnya bisnis transportasi di tanah air.(gentur) |